WIRELESS ADAPTER

Posted: August 7, 2010 in Uncategorized

Wireless adapter adalah yang di pakai oleh komputer client untuk menerima dan mentrasmisikan sinyal.Wireless adapter mempunyai prinsip kerja yang hampir sama dengan sebuah access ponit,tetapi lebih sederhana.Apabila dalam sebuah access point terdapat memory maupun processor,maka pada wireless adapter penggunaanya tidak sekompleks access point.Perangkat ini adalah perangkat standard yang di gunakan untuk access ponit.Berdasarkan penggunaanya,secara umum wireless adapter di bedakan menjadi dua macam,yaitu:

Wireless Adapter untuk PC

  • Wireless adapter untuk PC pada umumnya menggunakan slot PCI.Selain wireless adapter slot PCI,untuk komputer desktop bisa kita pasang dengan menggunakan card PCMCIA.Namun demikian,untuk memasangnya di perlukan lagi satu holder untuk card tersebut,sehingga akan membutuhkan lebih banyak biaya dalam operasionalnya.

Wireless Adapter untuk Netebook,PDA,dan lainya

  • Berbeda dengan wireless adapter pada komputer desktop,wireless adapter pada netebook berupa sebuah card yang bisa disebut dengan Personal Computer Memory Card International Association(PCMCIA).Sebenarnya card PCMCIA tidak hanya di gunakan pada netebook saja,tetapi juga bisa di gunakan pada komputer desktop,tetapi untuk itu di perlukan hardware baru yang diberi nama holder.Dibawah ini adalah salah satu contoh gambar wireless adapter.

NIC/LAN CARD

Posted: August 7, 2010 in Uncategorized

Network Interface Card disingkat dengan (NIC). Adalah card penghubung PC dengan jaringan, sehingga memungkinkan komputer anda untuk terkoneksi ke sebuah jaringan komputer. Bentuk yang paling umum dari NIC adalah ethernet – metode yang sangat cepat dalam mentransfer data antara komputer. NIC memungkinkan sebuah komputer untuk memberi dan mengambil informasi dari komputer lain yang ada di jaringan yang sama – dapat Internet ataupun Local Area Network (LAN). Sebuah LAN merupakan jaringan tertutup yang terhubung melalui beberapa NIC dan hub, yang biasanya tidak terhubung ke dunia luar atau Internet. Penggunaan hub memungkinkan beberapa komputer untuk berbagi sebuah kabel koneksi ke luar 1 kabel terkoneksi ke hub lain atau sebuah router, dan hub tersebut memberi 5 (atau lebih/kurang) koneksi kepada komputer-komputer yang tersambung padanya.

HUB/SWITCH

Posted: August 7, 2010 in Uncategorized

Hub merupakan perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, Physical Layer. Sehingga dia hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung atau concentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. Karena sifatnya ini, hub tak ubahnya seperti repeater dengan banyak port. Dia tidak mengenal MAC addressing/physical addressing, sehingga tidak bisa memilah data yang harus ditransmisikan, sehingga collision tidak bisa dihindari pada metode kerja si hub ini.

Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. Meski bentuknya serupa dengan hub, kita tidak sebaiknya menyebutnya dengan istilah switch hub. Switch bukanlah hub. Switch menggunakan MAC Address untuk memilah paket data mana yang akan diteruskan ke port mana. Sekali ada perangkat yang terhubung melalui port tertentu, dia akan mencatatnya pada MAC Address table di memorynya, sehingga punya “ingatan” sederhana untuk meneruskan paket data ke port yang sesuai saja, dan tidak membabi buta layaknya hub. Collision masih mungkin terjadi, namun sudah diminimalisir.

BRIDGE

Posted: August 7, 2010 in Uncategorized

BRIDGE berfungsi untuk membagi sebuah jaringan hingga menjadi dua buah jaringan. BRIDGE mengatur informasi diantara kedua sisi network agar dapat berjalan dengan teratur .Bridge itu bisa dikatakan sebagai media expander untuk menambah jangkauan dari sebuah jaringan LAN dan menghubungkannya dengan jaringan yang lain pada lokasi yang berbeda.

Memang ada kemiripannya dengan Hub/Switch, hanya saja Hub/Switch lebih kepada menghubungkan sebuah jaringan lokal saja (menggunakan kabel ethernet) dan masih berada pada satu lokasi yang sama karena jangkauannya yang terbatas, sebagai contoh jika menggunakan kabel ethernet maka maximum jangkauan tidak boleh lebih dari 100 meter dan itupun masih harus berkutat dengan instalasi kabel yang cukup memakan waktu.

Sedangkan bridge biasanya dilakukan dengan mengadopsi teknologi nirkabel, sehingga tidak dibatasi oleh lokasi, tetapi kita tetap harus melakukan pengaturan pada setiap titik point agar dapat saling berkomunikasi satu sama lain, perhatikan model bridging dibawah ini:

LAN A<—->Bridge<—->LAN B

LAN A terdiri atas beberapa client pada sebuah jaringan lokal, demikian juga dengan LAN B. Bridge berfungsi untuk menghubungkan kedua jaringan lokal tersebut meskipun dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh misalnya 5 km, dengan menggunakan teknologi nirkabel.

ROUTER

Posted: August 7, 2010 in Uncategorized

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Analogi Router dan Switch

Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

REPEATER

Posted: August 7, 2010 in Uncategorized
Repeater adalah sebuah stasiun yang menerima signal pada suatu frekuensi dan memancar ulangkan-nya kembali (repeat) pada frekuensi yang lain secara otomatis pada saat yang sama (simultan). Dengan demikian sebuah stasiun Amatir Radio dengan power yang kecil (mobile atau jinjing) dapat transmit pada input channel dari repeater dan signalnya akan dipancar ulangkan pada output channel dari repeater dengan signal yang lebih kuat dan daya jangkau yang lebih luas, karena lokasi repeater berada ditempat yang tinggi (di atas gunung atau gedung yang tinggi).
Untuk menggunakan repeater secara baik dan benar perlu diketahui standar operasional dan sopan santun (courtesy) tersendiri, karena berbeda dengan di FM atau SSB. Pemahaman akan kerja repeater, penggunaan perangkat yang baik dan tidak cacat, serta skill untuk mengungkapkan isi QSO dengan ringkas, padat, tepat dan to the point adalah prasyarat untuk menggunakan repeater secara baik dan benar, terutama ketika kegiatan QSO di repeater sangat tinggi pada waktu jam sibuk.
Harus disadari bahwa tujuan repeater adalah untuk membantu memperluas jangkauan stasiun dengan signal kecil dan lemah (mobile atau jinjing) dan karena itu mereka harus diberi prioritas. Ini juga berarti bahwa jika simplex operation, hubungan point to point, masih memungkinkan, maka usahakan jangan menggunakan repeater. Repeater bukanlah untuk ngobrol (rag chewing) atau QSO panjang, apalagi monopoli yang monoton.

Sesuai dengan Keputusan Ketua Umum ORARI No.07/OP/KU/87 ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diindahkan dalam memakai repeater secara baik dan benar :
1. Monitor dulu sebelum menggunakan, apakah tidak sedang dipakai oleh stasiun lain.
2. Untuk memulai sebuah kontak, cukup memanggil call sign stasiun yang dituju dan menyebutkan call sign sendiri.
3. Selalu menggunakan kata “ganti (over)” pada akhir setiap transmisi, agar stasiun lain tahu bahwa gilirannya untuk menjawab (transmit).
4. Selama ber QSO di repeater agar menyebutkan call sign minimal sekali 3 menit, dan beri spasi secukupnya antara setiap transmisi.
5. Isi QSO harus ringkas, jelas, padat, to the point dan tidak bertele-tele.
6. Jangan sekali-kali memotong QSO orang lain yang sedang berlangsung, kecuali kalau ada berita emergency.
7. Pergunakanlah bahasa Indonesia / Inggris yang baik dan benar dan istilah radio amatir yang sudah baku serta dipakai secara internasional.
8. Pada repeater tidak ada signal report, signal yang terdengar pada repeater adalah signal repeater.
9. Jika sudah selesai QSO, tutuplah dengan mengatakan “clear atau clear off”.

KONEKTOR RJ 45 dan RJ 11

Posted: August 7, 2010 in Uncategorized

Konektor RJ 45

Konektor RJ 45 adalah kabel Eternet yang biasa digunakan dalamopologi jaringan komputer LAN maupun jaringan komputer tipe lainnya. Konektor RJ-45 ini memiliki konfigurasi dua macam, sesuai dengan perangkat yang ingin dihubungkannya.

Straight Through Configuration. Kabel jenis ini biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat jaringan dengan tingkat hierarki yang berbeda. Sebagai contoh adalah ketika kita menghubungkan PC ke jaringan komputer kita di kantor lewat switch. Tipe kabel jenis ini lebih umum digunakan dan relatif lebih mudah dalam penyusunan kabelnya saat memasang konektor RJ-45.

Cross Over Configuration. Kabel jenis ini biasa digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan hierarki setingkat, sebagai contoh koneksi antara PC to PC, atau PC ke AP Radio, Router to router.

Konektor RJ 11

Konektor RJ-11 adalah standar konektor dimanfaatkan pada pasangan 2-4 (kawat) kabel telepon. RJ singkatan dari “Registered Jack” – sebuah antarmuka konektor fisik yang paling sering digunakan untuk terminal kabel telepon.
Meskipun konektor RJ-11 memiliki total 6 posisi konektor, biasanya baik hanya 2 atau 4 benar-benar dimanfaatkan. RJ-11 konektor kabel datang dalam dua kabel standar varietas-dipilin (flat-satin) dan unshielded Twisted Pair (UTP).
RJ11 adalah yang paling familiar dari jack terdaftar, karena fakta bahwa hampir semua garis tunggal (POTS) jack telepon di kebanyakan rumah dan kantor di Amerika Utara menggunakan jenis konektor, serta sejumlah negara lainnya.