REPEATER

Posted: August 7, 2010 in Uncategorized
Repeater adalah sebuah stasiun yang menerima signal pada suatu frekuensi dan memancar ulangkan-nya kembali (repeat) pada frekuensi yang lain secara otomatis pada saat yang sama (simultan). Dengan demikian sebuah stasiun Amatir Radio dengan power yang kecil (mobile atau jinjing) dapat transmit pada input channel dari repeater dan signalnya akan dipancar ulangkan pada output channel dari repeater dengan signal yang lebih kuat dan daya jangkau yang lebih luas, karena lokasi repeater berada ditempat yang tinggi (di atas gunung atau gedung yang tinggi).
Untuk menggunakan repeater secara baik dan benar perlu diketahui standar operasional dan sopan santun (courtesy) tersendiri, karena berbeda dengan di FM atau SSB. Pemahaman akan kerja repeater, penggunaan perangkat yang baik dan tidak cacat, serta skill untuk mengungkapkan isi QSO dengan ringkas, padat, tepat dan to the point adalah prasyarat untuk menggunakan repeater secara baik dan benar, terutama ketika kegiatan QSO di repeater sangat tinggi pada waktu jam sibuk.
Harus disadari bahwa tujuan repeater adalah untuk membantu memperluas jangkauan stasiun dengan signal kecil dan lemah (mobile atau jinjing) dan karena itu mereka harus diberi prioritas. Ini juga berarti bahwa jika simplex operation, hubungan point to point, masih memungkinkan, maka usahakan jangan menggunakan repeater. Repeater bukanlah untuk ngobrol (rag chewing) atau QSO panjang, apalagi monopoli yang monoton.

Sesuai dengan Keputusan Ketua Umum ORARI No.07/OP/KU/87 ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diindahkan dalam memakai repeater secara baik dan benar :
1. Monitor dulu sebelum menggunakan, apakah tidak sedang dipakai oleh stasiun lain.
2. Untuk memulai sebuah kontak, cukup memanggil call sign stasiun yang dituju dan menyebutkan call sign sendiri.
3. Selalu menggunakan kata “ganti (over)” pada akhir setiap transmisi, agar stasiun lain tahu bahwa gilirannya untuk menjawab (transmit).
4. Selama ber QSO di repeater agar menyebutkan call sign minimal sekali 3 menit, dan beri spasi secukupnya antara setiap transmisi.
5. Isi QSO harus ringkas, jelas, padat, to the point dan tidak bertele-tele.
6. Jangan sekali-kali memotong QSO orang lain yang sedang berlangsung, kecuali kalau ada berita emergency.
7. Pergunakanlah bahasa Indonesia / Inggris yang baik dan benar dan istilah radio amatir yang sudah baku serta dipakai secara internasional.
8. Pada repeater tidak ada signal report, signal yang terdengar pada repeater adalah signal repeater.
9. Jika sudah selesai QSO, tutuplah dengan mengatakan “clear atau clear off”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s